Gaya Hidup

Bahasa tubuh yang mendukung peningkatan karier

Kecerdasan emosional itu tercermin dalam bahasa tubuh. Saat digunakan dengan baik dan tepat, bahasa tubuh bisa menjadi kunci untuk mencapai kesuksesan. Bahasa tubuh bisa memengaruhi bagaimana Anda bekerja dengan orang lain dan memberikan pengaruh yang positif bagi karier. Kecerdasan emosional itu tercermin dalam bahasa tubuh. Saat digunakan dengan baik dan tepat, bahasa tubuh bisa menjadi kunci untuk mencapai kesuksesan. Bahasa tubuh bisa memengaruhi bagaimana Anda bekerja dengan orang lain dan memberikan pengaruh yang positif bagi karier. © Pixabay

Penelitian yang dilakukan oleh Carnegie Institute of Technology mengungkapkan bahwa kecerdasan intelektual tidak menjadi satu-satunya faktor yang menentukan seseorang bisa sukses dalam berkarier. Ada faktor lain yang lebih dominan, yaitu kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional inilah yang sebenarnya lebih menentukan kesuksesan seseorang dalam kariernya.

Nah, kecerdasan emosional itu tercermin dalam bahasa tubuh. Saat digunakan dengan baik dan tepat, bahasa tubuh bisa menjadi kunci untuk mencapai kesuksesan. Bahasa tubuh bisa memengaruhi bagaimana Anda bekerja dengan orang lain dan memberikan pengaruh yang positif bagi karier.

Inilah tip bahasa tubuh yang bisa digunakan sebagai patokan untuk menggapai kesuksesan dalam berkarier:

Lengkungkan alis mata

Ketika Anda masuk ke sebuah ruangan dan melihat seseorang, cobalah untuk tersenyum dan lengkungkan alis mata sambil berkata,”Halo, bagaimana kabar Anda hari ini?”

Joe Navarro, seorang mantan pegawai FBI yang mengurusi kontraintelijen, mengatakan,”Kombinasi itu membuat orang lain akan merasa nyaman.”

Seorang ibu biasanya bisa memainkan alis matanya sekaligus berbicara dengan bayinya. Itu artinya kita sebenarnya sudah mempelajari hal ini sejak dini. Mengapa cara ini efektif?

Menurut Navarro ketika kita mengangkat alis mata kita atau mengangkat tangan untuk menyambut orang lain, saat itulah kita menghadirkan energi dan usaha. Bahasa tubuh ini akan mengalirkan hal positif dalam setiap situasi sosial dan wawancara kerja.

Tampilkan bahasa tubuh yang terbuka dan mudah tersenyum

Saat kita sedang dalam lingkungan kerja, tampilkan bahasa tubuh yang ramah, mudah bergaul serta mudah untuk didekati. Hindari untuk mengalihkan perhatian atau membuang muka dengan orang di lingkungan kita itu.

Tampilkan diri Anda yang suka tersenyum ketika tampil di hadapan publik. Senyuman akan menunjukkan kita sebagai sosok pribadi yang memiliki kecerdasan emosional. Senyuman tulus akan mengesankan bahwa kita merupakan sosok pribadi yang terbuka, mudah diajak kerja sama, dan dapat dipercaya. Karena itu, di mana pun kita berada, tebarkanlah senyum agar disukai oleh banyak orang.

Rendahkan tekanan suara

Di tempat kerja, kualitas suara Anda dapat menjadi faktor kunci bagaimana orang lain menilai Anda. Para pembicara dengan nada tinggi dinilai kurang empati, kurang kuat dan lebih gugup dibanding pembicara dengan tekanan suara lebih rendah.

Berbicara dengan nada suara tenang juga akan membuat pendapat Anda terdengar penting untuk didengarkan.

Jaga kontak mata Anda

Manusia berkomunikasi bukan hanya dari kata-kata yang mereka keluarkan tapi juga dari tatapan mata mereka. Menjaga kontak mata dengan lawan bicara adalah tanda Anda memerhatikan dan menghargai lawan bicara.

Jadi mulai sekarang coba jaga kontak mata yang konsisten dengan atasan dan rekan kerja Anda ketika mereka berbicara, agar mereka merasa menarik dan penting.

Jangan mengernyitkan dahi

Tanpa disadari, terlalu sering mengernyitkan dahi ternyata bisa menjadi tanda Anda sedang mengkhawatirkan sesuatu. Dahi yang dikernyitkan juga bisa menjadi pertanda Anda tidak menyukai topik pembicaraan.

Penilaian ini terjadi karena orang-orang yang sedang memikirkan sesuatu yang negatif biasanya secara tidak sadar akan mengernyitkan dahi.

Perhatikan gerakan tangan

Saat berbicara memang diperlukan ekspresi untuk menghidupkan suasana. Namun sebenarnya bukan hanya wajah yang bisa berekspresi. Tangan dan anggota gerak tubuh lainnya bisa ikut berbicara. Hal itu tentu sebagai pendukung informasi yang kita sampaikan. Dengan menggerakkan tangan, Anda akan semakin mudah mengingat hal yang harus disampaikan.

Ketahuilah kapan harus diam

Diam tak bergerak menandakan bahwa Anda adalah orang yang kalem dan penuh percaya diri. Ketika Anda sedang melakukan presentasi, jangan khawatir jika Anda kehilangan kata-kata.

Sebenarnya Anda memang perlu berhenti sebentar justru untuk menarik perhatian orang lain. Diam tanpa melakukan apapun di atas panggung justru akan membuat orang lain memperhatikan Anda. Ini adalah cara yang efektif.

Berjabat tangan dengan mantap

Sentuhan dengan orang lain melalui jabat tangan bisa menandakan kalau betapa kuatnya kemampuan yang Anda miliki dalam bekerja. Dan cara berjabat tangan yang tepat bisa menunjukkan kalau Anda merupakan orang yang memiliki kredibilitas yang tinggi. Orang yang jabatan tangannya kuat memancarkan kepercayaan diri dan kekuatan. Mereka yang cenderung lemas saat berjabatan tangan biasanya kurang percaya diri.

Loading...
Previous ArticleNext Article