Harnaam Kaur, perempuan yang bangga dengan jambang di wajahnya

Posted on

Harnaam Kaur, pemegang rekor dunia perempuan termuda dengan jambang penuh. Tidak seperti lazimnya seorang perempuan yang jijik dengan banyaknya bulu yang tumbuh di tubuh mereka, Harnaam Kaur justru merasa cantik dengan rambut ada di salah satu bagian tubuhnya. Harnaam Kaur, pemegang rekor dunia perempuan termuda dengan jambang penuh. Tidak seperti lazimnya seorang perempuan yang jijik dengan banyaknya bulu yang tumbuh di tubuh mereka, Harnaam Kaur justru merasa cantik dengan rambut ada di salah satu bagian tubuhnya. © Instagram Harnaam Kaur

Jika dilihat sekilas, banyak orang mengira Harnaam Kaur adalah seorang lelaki. Dengan jambang yang lebat di dagunya dan kumis tipis di atas bibirnya, nyaris tidak ada kesan feminin yang tampak di wajah perempuan berusia 25 tahun asal Slough, Inggris ini. Alis matanya pun tebal.

Dialah, menurut Guinness World Records 2017, pemegang rekor perempuan termuda yang memiliki jambang penuh.

Aktivis citra tubuh (body image) ini bukannya tanpa kesulitan untuk mendapatkan predikat wanita dengan jambang paling lebat di dunia. Jambangnya kini sepanjang sekitar 15 cm saat dia berumur 24 tahun dan 282 hari.

“Saya adalah ‘si bebek buruk rupa’ di antara teman-teman saya,” ujar Kaur kepada majalah PEOPLE. Dia mengatakan bahwa perundungan adalah hal yang biasa baginya sejak mengenyam pendidikan di sekolah dasar dan sekolah menengah.

“Perundungan ini membuat kehidupan saya bagaikan di neraka. Saya tidak menikmati pendidikan, dan saya merasa bahwa saya tidak bisa berprestasi sesuai kemampuan saya,” tambah Kaur.

“Mereka pernah mengejek dan menyebut saya sebagai ‘lelaki’, ‘seekor binatang’, ‘raksasa’ gara-gara jambang ini,” ujar Kaur kepada The Guardian.

“Masa pubertas adalah masa yang mengerikan bagi saya. Ketika tubuh saya berubah, saya tidak beradaptasi seperti seharusnya. Saya dulu membenci tubuh saya dan saya menyiksa diri sendiri. Saya dulu berniat melenyapkan rambut yang tumbuh di wajah saya ini,” kilah Kaur kepada Slough & South Bucks Observer.

Jambang yang tumbuh di wajah Kaur disebabkan karena Polycystic Ovary Syndrome (POS). Rambut ini sudah pernah dicoba untuk dihilangkan dengan cara dicukur. Namun usaha ini sia-sia karena helaian-helaian rambut itu tumbuh kembali dan justru kulitnya rusak oleh proses pencukuran yang berulang-ulang.

“Saya pernah waxing, mencabut dan mencukur jambang saya. Saya memangkasnya setiap hari dan bahkan saya pernah menggunakan krim perontok rambut. Kulit saya menjadi kasar, meradang dan ada bagian kulit saya yang mengelupas ketika melakukan waxing,” papar Kaur yang bekerja sebagai seorang asisten guru.

Laman situs Women’s Health menyebutkan sindrom ini tidak diketahui penyebabnya. Namun banyak ahli yang menyebutkan faktor genetika sebagai penyebab utama. Perempuan dengan POS cenderung mempunyai ibu atau saudara perempuan yang juga mengidap POS.

Masalah yang terjadi pada orang yang mengidap POS adalah ketidakseimbangan hormon. Ovarium perempuan dengan POS memproduksi lebih banyak hormon androgen daripada perempuan normal. Androgen adalah hormon lelaki yang juga sebenarnya diproduksi oleh kaum perempuan juga. Kadar hormon yang tinggi memengaruhi perkembangan dan lepasnya telur saat ovulasi.

Ada juga ahli yang mengatakan bahwa insulin juga berhubungan dengan POS. Insulin adalah hormon yang mengendalikan perubahan gula, tepung dan makanan lainnya menjadi energi yang bisa digunakan oleh tubuh atau disimpan sebagai cadangan.

Banyak perempuan yang mengidap POS yang terlalu banyak menghasilkan insulin dalam tubuh mereka karena mereka bermasalah dalam penggunaan hormon itu. Kelebihan insulin ternyata meningkatkan produksi androgen yang kemudian bisa memicu tumbuhnya jerawat, tumbuhnya rambut yang berlebihan, bertambahnya berat badan, dan masalah ovulasi.

Tumbuhnya rambut di wajah benar-benar menjadi masalah bagi Kaur karena dia tidak bisa menghilangkannya. Dia pernah mengalami depresi karena hal ini. Dia merasa rendah diri dengan penampilannya yang menurut banyak orang aneh. Depresi ini pernah pula membuatnya berusaha untuk bunuh diri.

Bearded Woman Bullied To The Point Of Suicide | This Morning © This Morning

“Suatu hari saya memutuskan untuk mengakhiri hidup saya dengan menelan pil,” ujar Kaur dalam acara This Morning di stasiun ITV.

Tapi dia membatalkan upaya bunuh diri itu.

“Saya membayangkan semua energi dan kekuatan negatif yang bisa membuatnya untuk mengakhiri nyawa. Saya akhirnya mengubah semua energi negatif itu menjadi energi positif dan kemudian merengkuh kehidupan. Saya ingin menjalani kehidupan yang bahagia. Saya memutuskan untuk mempertahankan jambang yang tumbuh di wajah saya dan menerima keadaan tubuh saya apa adanya,” kata Kaur yang memeluk agama Sikh sejak umur 16 tahun.

Sejak saat itulah Kaur menjadi seorang aktivis citra tubuh dan menentang perundungan. Kaur justru bangga dengan keunikan dirinya dan mengajak orang lain mempunyai sikap yang sama dengannya.

“Saya merasa penampilan saya telah memberi daya dan kekuatan untuk berjalan di dunia ini karena saya kini tahu bahwa saya berdiri demi keragaman wajah dalam kecantikan,” kata Kaur yang pernah tampil dalam peragaan busana London Fashion Week.

Kaur yakin bahwa kita tidak bisa memberi label kesempurnaan dalam sebuah komunitas karena semua orang menurutnya dilahirkan berbeda-beda.

“Rasaya sangat indah ketika melihat orang menerima orang lain apa adanya, seperti apapun bentuk wajah mereka,” papar Kaur.

Meskipun berjambang seperti layaknya lelaki, Kaur tidak pernah menyingkirkan sisi femininnya.

“Saya suka membeli gaun yang indah, menggunakan riasan dan merawat kuku,” katanya. “Saya memang adalah seorang perempuan dengan jambang dan saya menikmatinya.”

Secara teratur Kaur berbagi foto-foto di Instagram. Kini dia memiliki lebih dari 7.000 pengikut di media sosial itu.

“Saya bersyukur bahwa para pengikut saya kini menjadi orang-orang yang percaya diri dengan tubuh yang mereka miliki. Mereka juga orang-orang yang kuat,” ujar Kaur.

“Kini saya sangat bangga bisa memegang rekor ini,” tulis Kaur di Instagram.

“Anak batin saya kini sangat senang. Saya adalah orang yang tumbuh dengan membaca buku The Guinness World Records. Saya bahkan berusaha memecahkan beberapa rekor saya sendiri untuk bisa masuk ke dalam buku ini. Ternyata bahagia rasanya ketika dihargai dan terkenal sebagai Wanita Berjambang,” pungkasnya.

Loading...
Loading...