Gaya Hidup

Snapchat, Snap Inc, dan Spectacles

Spectacles, kacamata pintar besutan Snapchat. Spectacles, kacamata pintar besutan Snapchat. © Snapchat

Berbisnis aplikasi jejaring media sosial saja mungkin kurang menantang bagi para penggawa Snapchat. Merekapun memutuskan untuk mengganti nama perusahaan dan masuk ke persaingan bisnis perangkat keras.

Pertama, soal nama. Perusahaan yang berbasis di Venice, California, Amerika Serikat, yang didirikan pada 2011 itu memutuskan untuk mengganti nama menjadi Snap Inc.

“Ketika kami baru mulai, wajar jika kami menamai perusahaan ini Snapchat Inc., karena Snapchat adalah satu-satunya produk kami!” tulis Evan Spiegel, salah satu pendiri perusahaan, dalam laman resmi Snapchat, Sabtu (24/9/2016). “Sekarang, karena kami tengah mengembangkan produk-produk lain, kami butuh nama yang mewakili lebih dari satu produk saja, tetapi tidak kehilangan keakraban dan kesenangan dari tim dan merek kami.

“Kami putuskan untuk menghilangkan “chat” dan memakai Snap Inc!”

Alasan lain yang lebih serius, menurut CNN Money (24/9/2016), agar orang-orang bisa dengan mudah membedakan antara perusahaan dengan produk dan jasa yang dihasilkannya.

Perusahaan yang sempat menolak tawaran USD3 miliar dari Facebook pada akhir 2013 itu kini dikabarkan bernilai USD22,7 miliar (Rp297 triliun) dan, menurut Forbes (8/9/2016), tengah mempersiapkan diri untuk menawarkan saham perdana pada 2017.

Sekarang, soal produk. Selain berganti nama, pada hari yang sama Snap Inc. langsung meluncurkan perangkat keras perdana mereka.

Sebuah kamera yang dipasang pada kacamata hitam dan bisa mengambil video singkat. Gawai tersebut diberi nama Snap Spectacles.

Introducing Spectacles © Spectacles

Spectacles memiliki kamera di ujung atas kanan dan kiri dari kacamata tersebut. Pada kamera kiri terdapat lampu yang mengelilingi ujung lensa dan akan menyala saat pengambilan gambar dilakukan.

Nyala lampu itu berfungsi memberitahu kepada orang-orang sekitar pemakai bahwa video tengah bekerja sehingga mereka bisa mengajukan keberatan jika tak ingin privasi mereka terganggu.

Snap belum mengeluarkan spesifikasi detail mengenai kamera dan perangkat keras lainnya yang digunakan pada Spectacles.

Hanya diumumkan bahwa kamera difungsikan dengan menekan tombol di bagian kiri bingkai kacamata. Sekali menekan akan terekam video berdurasi 10 detik. Durasi bisa diperpanjang dengan menekan tombol itu dua kali (20 detik) dan tiga kali (30 detik). Durasi maksimal sebuah video adalah 30 detik.

Video yang terekam akan memiliki format gambar berupa lingkaran, bukan segi empat seperti kamera video biasa.

Spectacles, menurut Spiegel dalam wawancara dengan The Wall Street Journal (24/9), menggunakan kamera dengan lensa bersudut 115 derajat, lebih lebar dari ponsel normal dan lebih dekat dengan sudut pandang natural mata manusia.

Hasil video tersebut kemudian bisa langsung ditransfer ke gawai lain, seperti ponsel, melalui Bluetooth atau Wi-Fi. Jika lupa membawa gawai lain, Spectacles memiliki ruang penyimpanan yang besarnya belum diumumkan.

Snap, ditulis The Verge (24/9), mengklaim baterainya bisa bertahan untuk penggunaan sehari penuh. Pengecasan dilakukan dalam sebuah kotak khusus, yang jika terisi penuh, bisa mengisi tenaga Spectacles sebanyak empat kali.

Spectacles rencananya akan diluncurkan pada musim gugur 2016 (antara September hingga November) dengan harga USD130 (Rp1,7 juta). Ada tiga warna yang bisa dipilih, yakni black, teal, dan coral.

Sebagai awal, Snap Inc. hanya akan meluncurkan Spectacles dalam “jumlah terbatas”.

Seorang model mengenakan purwarupa Google Glass dalam presentasi Google di Praha, Republik Cek, 15 Mei 2014. Seorang model mengenakan purwarupa Google Glass dalam presentasi Google di Praha, Republik Cek, 15 Mei 2014. © Filip Singer /EPA

Kehadiran Spectacles ini tentu saja langsung mengingatkan kita pada Google Glass. Kacamata canggih buatan Google yang proyeknya kemudian dihentikan pada awal 2015, kurang dari setahun setelah diperkenalkan.

Padahal Glass memiliki fitur yang jauh lebih canggih daripada Spectacles walau memang dijual dengan harga lebih dari 10 kali lipat, USD1.500.

Menurut Wired (24/9), ada beberapa hal yang membuat Glass gagal. Pertama, tentu saja, harganya yang kelewat mahal. Namun lebih dari itu, orang-orang cenderung curiga pada para pemakai Glass karena lampu yang menandakan bahwa pengguna Glass tengah merekam gambar, nyaris tak terlihat.

Spectacles kemungkinan bisa sukses karena kesederhanaannya.

Harganya relatif terjangkau dan seperti ditunjukkan dalam video iklan di atas, Snap Inc. tidak menggambarkan Spectacles sebagai perangkat petualang yang sulit dijangkau seperti GoPro. Spectacles menempatkan diri sebagai kacamata perekam video untuk semua.

“Harganya sangat agresif, jadi ini membuat saya lebih tertarik pada apa yang dilakukan Snap daripada Google,” kata Ben Bajarin, analis Creative Strategies, dikutip Wired. “Semua yang pernah menggunakan GoPro untuk menangkap gambar dari perspektif orang pertama akan mengerti mengapai gawai ini bisa jadi menarik.”

Loading...
Previous ArticleNext Article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *