Gaya Hidup

8 Hal Yang Dapat Menyebabkan Terkena Penyakit Paru-Paru

8 Hal yang Jadi Penyebab Sakit Paru-Paru Sebelah Kiri

Paru-paru itu sendiri tidak merasakan sakit karena hanya memiliki sedikit saraf penerima rasa sakit. Maka dari itu, sakit paru-paru sebelah kiri yang Anda rasakan sebenarnya datang dari nyeri dada yang menjadi suatu gejala penyakit tertentu, yang mungkin menyerang organ lain di sekitar paru. Beberapa kondisi kesehatan yang berhubungan dengan paru juga dapat menyebabkan rasa sakit di paru-paru kiri.

Pleuritis adalah peradangan yang menyerang pleura, selaput pembungkus paru. Peradangan bisa diakibatkan oleh infeksi bakteri yang menyerang saluran napas, tumor, patah tulang iga, kanker paru, luka di dada, hingga lupus. Radang selaput paru bisa menyebabkan sakit di dada saat bernapas dalam atau batuk dan bersin.

Jika peradangan menyerang paru kiri, Anda dapat merasakan sakit yang cukup tajam pada paru-paru atau dada sebelah kiri.

Asma adalah gangguan pernapasan kronis yang disebabkan oleh penyempitan dan peradangan saluran napas sehingga mengiritasi paru-paru. Beberapa orang mungkin merasa sakit paru-paru sebelah kiri, tapi gejala asma biasanya menyerang kedua sisi. Gejala lainnya meliputi mengi (napas berbunyi ngik-ngik), sesak napas, dan juga batuk.

Asma tidak bisa sembuh total dan bisa kambuh ketika dipicu. Anda bisa mengendalikan pemicunya untuk menghindari kekambuhan gejala.

Emboli paru adalah kondisi saat salah satu arteri di paru-paru tersumbat oleh gumpalan darah. Emboli paru bisa menyebabkan nyeri dada sebelah kiri, sesak napas, tekanan darah rendah, hingga batuk darah.

Umumnya, emboli paru dialami oleh lansia dan orang-orang obesitas. Kondisi ini dapat mengancam jiwa jika tidak segera ditangani.

Pneumotoraks adalah kondisi yang diakibatkan masuknya udara di antara paru-paru dan dinding dada. Gangguan kesehatan ini bisa terjadi secara tiba-tiba pada orang sehat dan orang yang mengalami komplikasi penyakit paru. Biasanya pneumotoraks terjadi karena kanker paru-paru, penyakit paru obstruksi kronik, cedera dada, dan operasi dada atau perut.

Pneumotoraks biasanya menimbulkan gejala seperti nyeri dada, gagal napas, hingga gagal jantung.

Kebalikan dari pneumotoraks, paru-paru basah atau efusi pleura terjadi ketika ada penumpukan cairan di antara paru-paru dan dinding dada. Kondisi ini bisa terjadi akibat masalah kesehatan tertentu seperti gagal jantung, infeksi paru-paru, kanker, atau pankreatitis.

Selain sakit paru-paru sebelah kiri, kondisi ini bisa menyebabkan pengidapnya sulit bernapas, batuk, demam, dan memiliki kadar oksigen dalam darah yang rendah.

Hiperventilasi adalah kondisi saat karbondioksida di dalam tubuh berkurang yang biasa terjadi saat serangan panik. Saat kondisi ini terjadi biasanya Anda bernapas terlalu cepat. Banyaknya karbondioksida yang terbuang memicu penyempitan pembuluh darah yang memasok darah ke otak. Akibatnya, Anda akan merasa pusing, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, mati rasa dan kesemutan pada jari, hingga pingsan.

Beberapa gejala kanker paru yaitu sakit paru-paru sebelah kiri atau sakit dada, batuk terus-menerus, mengi, dahak berdarah, suara serak, hingga peradangan di paru-paru. Setiap orang berisiko mengalami kanker paru, tapi perokok aktif dan pasif lebih berisiko tinggi.

Kondisi ini tak hanya menyerang paru, tetapi bisa menyerang ke bagian tubuh lainnya.

Kostokondiritis terjadi ketika tulang rawan pada tulang rusuk mengalami peradangan hingga menyebabkan rasa nyeri. Sakit paru-paru sebelah kiri bisa menjadi salah satu gejalanya jika tulang yang meradang berada di kiri dada.

Rasa nyeri ini tak hanya terjadi di dada saja tetapi juga menyebar ke belakang. Kostokondritis tidak mengancam nyawa, akan tetapi rasa sakit yang menyerang bisa mengganggu aktivitas harian Anda. Biasanya hal ini terjadi akibat mengangkat beban terlalu berat.

RW.

Sumber Berita

Loading...
Previous ArticleNext Article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *