Gaya Hidup

Gangguan bipolar hadir 5 jenis, apa saja ?

Gangguan bipolar hadir 5 jenis, apa saja ?


Gangguan bipolar hadir 5 jenis, apa saja ?


Beberapa orang kerap mengalami perubahan suasana hati serta energi yang drastis dari posisi tertinggi sampai terendah yang disebut bipolar. Data dari WHO (World Health Organization) tahun 2016 menunjukkan angka orang pada bipolar mencapai 60 juta jiwa. Gangguan ini ternyata terdiri dari beberapa jenis. Mereka yang mengalami gangguan bipolar menunjukkan 3 gejala, yaitu depresi, mania, serta hipomania. Para ilmuwan kerap menyebut momen dimana mereka mengalami hal tersebut oleh sebutan episode. Depresi merupakan sebuah kondisi dimana seseorang dapat mengalami kesedihan serta kecemasan yang begitu mendalam.


Tanda tanda depresi lainnya yaitu sulit tidur, nafsu makan berkurang, lemas, susah berkonsentrasi, serta cenderung ingin mengakhiri hidup oleh bunuh diri. Lalu, apa itu mania? Mania adalah kondisi suasana hati yang 180 derajat berbeda pada depresi. Seseorang oleh gangguan bipolar yang mengalami mania memiliki energi yang meledak ledak, euforia sungguh tinggi, tidak lelah, hasrat seks yang tidak biasa, dan agresif. Perbedaan mania dan hipomania terletak dari lama episode ini berlangsung. Gangguan bipolar yang dialami pada beberapa orang ternyata tidak hanya terdiri dari satu, melainkan 5 jenis. Apa sajakah itu? Berikut ulasannya.


  • Gangguan Bipolar Tipe I
Pada gangguan ini, seseorang mengalami satu episode mania. Seseorang oleh gangguan bipolar I pun juga dapat mengalami depresi serta hipomania. Hanya saja, hipomania hanya dapat berlangsung lebih singkat dan tidak berat. Mereka yang mengalami gangguan bipolar tipe ini tidak membutuhkan rawat inap.


  • Gangguan Bipolar Tipe II
Pada gangguan bipolar ini, seseorang dapat mengalami episode depresi yang berat dan satu episode hipomanika. Mereka cenderung memiliki periode depresi yang lebih lama dibandingkan pada orang oleh gangguan bipolar I.


  • Gangguan Cyclothymic
Orang dengan gangguan ini dapat mengalami episode hipomania dan depresi secara teratur. Dibandingkan oleh 2 gejala bipolar sebelumnya, mereka mengalami perubahan suasana hati yang tidak begitu ekstrem. Meski demikian, kalau tidak segera ditangani, gangguan ini bisa berkembang.


  • Rapid Cycling
Rapid Cycling merupakan istilah yang digunakan ketika seseorang mengalami 4 atau lebih episode hipomania, mania atau depresi dalam jangka waktu 12 bulan. Artinya, perubahan suasana hati pada seseorang pada gangguan ini dapat berlangsung begitu cepat.


  • Episode campuran
Gangguan bipolar ini merupakan salah satu yang paling berbahaya. Hal ini bisa terjadi kalau seseorang mengalami episode depresi, hipomania, dan mania secara bersamaan. Mereka yang mengalami hal tersebut dapat memiliki risiko yang besar untuk bunuh diri. (WL)


Sumber Berita

Loading...
Previous ArticleNext Article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *