Gaya Hidup

Suka Pakai Kipas Angin Saat Tidur, Ketahui Efeknya

kipas

Saat cuaca sedang panas, tidur sambil menyalakan kipas angin sering jadi pilihan apabila tidak mempunyai AC. Hal tersebut sebenarnya sudah tak aneh lagi, apalagi di negara tropis seperti Indonesia.

Namun Anda perlu juga mengetahui efek atau akibat dari kebiasaan tersebut, untuk mencegah hal buruk yang bisa terjadi. Dilansir laman The Sleep Judge, Rabu (9/5) sebenarnya tidur sembari menikmati angin yang bertiup dari kipas angin tidak masalah.

Akan tetapi itu tidak berlaku umum. Ada beberapa orang yang tidak boleh melakukannya, apalagi terus menerus. Siapa orang yang tidak dianjurkan untuk memakai kipas angin saat tidur? Yaitu penderita penyakit asma, alergi debu, mata rentan kering, atau yang bermasalah dengan kulit atau sakit punggung.

Kipas angin bisa membuat kulit jadi kering karena udara yang terus bergerak kencang di sekitar Anda. Juga debu beterbangan tentu saja, sehingga penderita asma bisa kambuh sakitnya. Belum lagi sakit otot bagi mereka yang tak terbiasa menerima terpaan angin terus menerus.

Solusinya jika Anda ingin kulit tetap lembab, maka sebelum tidur bisa dibantu dengan memakai losion pelembab. Untuk mencegah munculnya rasa tak nyaman atau sering disebut masuk angin, juga nyeri otot maka Anda bisa mengarahkan kipas ke tempat yang tak langsung mengenai tubuh Anda.

Efek baiknya adalah sirkulasi udara yang menjadi lebih baik sebab adanya gerakan memutar dari baling-baling kipas. Dengan begitu rasa nyaman akan lebih terasa dan membuat tidur jadi berkualitas.

Rutinlah membersihkan baling-baling kipas angin sehingga kotoran yang menempel tidak menimbulkan penyakit. Semoga bermanfaat.

window.fbAsyncInit = function() { FB.init({ appId : ‘367374810366185’, xfbml : true, version : ‘v2.10’ }); FB.AppEvents.logPageView(); }; (function(d, s, id){ var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) {return;} js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = “//connect.facebook.net/en_US/sdk.js”; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs); }(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’)); (function(){var html_jquery_obj = jQuery(‘html’);if (html_jquery_obj.length && (html_jquery_obj.is(‘.ie8’) || html_jquery_obj.is(‘.ie9’))) {var path = ‘https://www.lintas.co.id/wp-content/themes/Newspaper/style.css’;jQuery.get(path, function(data) {var str_split_separator = ‘#td_css_split_separator’;var arr_splits = data.split(str_split_separator);var arr_length = arr_splits.length;if (arr_length > 1) {var dir_path = ‘https://www.lintas.co.id/wp-content/themes/Newspaper’;var splited_css = ”;for (var i = 0; i 0) {arr_splits[i] = str_split_separator + ‘ ‘ + arr_splits[i];}//jQuery(‘head’).append(” + arr_splits[i] + ‘

‘);var formated_str = arr_splits[i].replace(/\surl\(\'(?!data\:)/gi, function regex_function(str) {return ‘ url(\” + dir_path + ‘/’ + str.replace(/url\(\’/gi, ”).replace(/^\s+|\s+$/gm,”);});splited_css += “” + formated_str + “

“;}var td_theme_css = jQuery(‘link#td-theme-css’);if (td_theme_css.length) {td_theme_css.after(splited_css);}}});}})();

Sumber Berita

Loading...
Previous ArticleNext Article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *